Jumat, 05 November 2010

Teruntuk Lelaki Kecilku yang Terkasih

5 November 2010,



Malam ini mungkin adalah malam yang cukup romantis bagi beberapa pasang kekasih di luar sana.
Bagaimana tidak romantis, malam cukup dingin, hujan rintik-rintik dan kadang diselingi bulir-bulir putih kecil imut lucu yang jatuh dari langit.. Apalagi kalau bukan abu?

Aku membayangkan sepasang kekasih yang duduk berdampingan di kursi taman yang remang-remang. Si cewek sengaja tidak memakai jaket agar saat dipeluk erat sang cowok dia tidak kepanasan. Sedangkan si cowok sengaja melepas jaketnya agar terkesan gentleman di depan sang cewek seraya berkata, " Yank, nih pake jaketku aja, dingin kann?? " si cewek dengan malu-malu kucing akan menolaknya secara halus, " Nggak usah mas.. "

Dan akhirnya...
Dua anak manusia itu tidak ada yang memakai jaket karena ternyata mereka punya daya kekebalan tubuh lebih tinggi daripada manusia-manusia normal yang lain ( yang tidak sedang jatuh cinta tentunya ).


Bagaimana dengan masker??


Masker?

Coba tanya anak-anak abege diluar sana, kurasa mereka akan lebih senang memakai maskara daripada memakai masker demi kesehatan. Mereka nggak mau lipstiknya luntur nempel di masker, karena itu akan menghalangi lipstiknya nempel di pipi cowoknya..


Bagaimana narasiku diatas??
Mungkin ada yang setuju, mungkin juga ada yang tidak setuju. Ah.. itu biasa..
Aku hanya mencoba memparodikan kejadian yang baru saja terjadi. Hujan abu dan pasir.. kurasa semua orang stres dan sudah terlalu serius.. kita butuh sejenak rehat. Tapi kapan??? Alam tidak mau berkompromi dengan kondisi fisik kita seperti kita yang tak mau berkompromi dengan kondisi alam.



Hehe.
Salut untuk teman-teman diluar sana yang bersemangat membantu saudara-saudara kita yang sedang dilanda kesedihan. Semoga apa yang kalian lakukan itu bukan hanya sebagai ajang "sok-sok" an, tapi sebagai pembelajaran agar setelah ini bisa menjadi abege berkualitas yang tidak hanya bisa hura-hura, tapi juga berkarya (dan semoga juga tidak menjadi seperti sepasang abege yang aku narasikan di atas).



Akhir-akhir ini aku perhatikan Jogja memang mulai kekurangan remaja-remaja berkualitas, jadi mungkin dengan letusan ini bisa sekaligus mendidik para cendikiawan muda kita ini untuk sejenak melupakan nafsu-nafsu syahwatnya untuk melebur di kawah candradimuka di Merapi sana.

Banyak foto-foto tidak pantas yang dengan bangga nya mereka tampilkan di akun facebook mereka. Sebenarnya apa yang mereka pikirkan??

Apa inikah yang namanya "Krisis Eksistensi Diri" itu?


hem. Entahlah.. aku bukan pengamat sosial..

Apa sebenarnya yang mereka harapkan dari belahan dada yang diumbar atau dengan hotpants yang menutupi hanya sebagian kecil paha mereka itu, dan lebih mengenaskan lagi bila kita tahu bahwa ternyata pelakunya hanyalah seorang anak SMP. Buah dadanya yang baru saja tumbuh itu diperlihatkan ke khalayak ramai untuk membantu para lelaki berkhayal tentang tubuhnya.


Sedih sekali melihatnya.


Memajang diri sendiri di etalase toko.

Oh, pantaslah bila Tuhan marah.








Wah, maaf aku jadi sedikit terlalu sentimentil disini.

Hanya untuk diketahui aku juga memiliki adik-adik laki-laki yang sedang mulai beranjak remaja.
Sedikit sulit memang mengawasinya.
Well, aku tekankan lagi disini 'mengawasi' dan bukan 'mengatur' . Terlalu sulit untuk mengatur anak jaman sekarang. Bila banyak orangtua mengeluh tidak bisa mengatur anaknya dengan baik akhir-akhir ini, maka itu memang benar, karena sepertinya tidak ada anak yang mau diatur. Mereka punya pikiran-pikiran sendiri yang tidak kita pahami.
Aku juga bukan produk masalalu, jadi mungkin aku sedikit banyak mengerti tentang gejolak-gejolak yang dirasakan lelaki kecil ini ( walaupun terkadang ego ku sebagai kakak masih sering muncul.. yah.. cukup manusiawi lah ).

Aku ingin dia tumbuh dewasa dan belajar sendiri tentang apa-apa yang kira-kira membuatnya senang ataupun sakit. Aku tak bisa mencegahnya untuk merasakan sesuatu.

Aku tidak bisa bilang bahwa, " Jangan pilih jalan ini, pilih yang itu saja " aku tak bisa bilang " Kalau begini ini nanti sakit, sebaiknya begini saja agar senang " perasaan sakit yang pernah aku rasakan kan belum tentu dia rasakan. Biarlah dia rasakan sendiri agar dia mengerti dan dengan sendirinya mengenali sampai dimana batas hatinya dan menemukan sendiri vaksin paling ampuh untuk membius sakit hatinya.

Kurasa itu lebih efektif daripada aku harus menghabiskan waktu, emosi dan tenaga untuk mengatur ini itu.



Mungkin aku termasuk dari segelintir kakak yang tidak terlalu baik bagi adiknya. Tidak bisa menjadi contoh yang baik juga mungkin. Tapi toh aku tak terlalu perduli dengan predikat "kakak yang baik" atau apapun itu. Selama dia bisa menjaga diri dan tidak mempermalukan keluarga dan bisa bertanggung jawab, kurasa itu sudah cukup.



Aku percaya dia tak akan melakukan hal diluar batas wajar.

Dia boleh nakal tapi harus bertanggung jawab.

Sekarang memang belum begitu tampak sifat tanggung jawab itu, tapi kurasa waktu akan mendidiknya.



Well,

Rintangan di depan sana sangat banyak dan mengancam boy.. jadilah kuat dan semangat seperti Naruto, tapi juga cerdas dan sedikit licik seperti Sasuke (tidak semua orang itu baik, jadi sebaiknya kau sedikit licik untuk melindungi hatimu), mata keranjang seperti Sanji juga boleh, tapi tetaplah jantan seperti Zoro.

Jadilah pendekar kuat.


Aku tahu tidak mudah menjadi abege.
Tapi aku yakin kau akan banyak belajar dari fase kehidupan yang satu ini.


Kuharap kau lebih kuat daripada aku.

Jangan jadi abege "ecek-ecek" yang cuma bisa buka toko yang ada etalase-nya untuk mempromosikan diri.






Semoga kamu selamat di medan pertempuran ini boy..


Kami menunggu di ujung jalan  !!



SEMANGAT !!!



1 komentar:

  1. wah.. si kotak ini..
    narasi yang lucuu bgt.. ada buah dada segala..
    kok ga ada buah apel or jeruk juga yaa
    hahahha

    BalasHapus