Halo. Tomi? Kamu disana?
Hebat ! Kau tampak sama seperti dulu!! Apa
kabarmu?
Bagaimana menurutmu aku sekarang? Lebih baik?
Lebih tinggi? Lebih kurus? Atau mungkin.. lebih cantik? Kau menyukainya?
Hihihihihih.
Tomi, sudah lama kau tak bicara padaku sepatah
katapun. Aku yang selalu saja cerewet menceritakan banyak hal padamu dan selalu
berakhir dengan pertanyaan “Apakabar dia sekarang?” . Semoga kamu tidak bosan.
Tomi, lupakah dia padamu? Lupakah dia padaku
juga? Kita ini hanyalah masalalu baginya. Dan bagiku kau juga hanyalah
sepenggal masalalu (yang paling sering kutengok dan kuajak bercerita tentu
saja). Lelahkah kamu disini Tomi?
Sebenarnya siapa yang kau tunggu? Aku? Dia? Hanya aku yang sesekali menengokmu disini,
bukankah dia sama sekali tidak pernah datang? Apakah dia merasa lebih baik
sekarang? Melupakanmu? Melupakan kita? Bicara padaku Tomi. Bicaralah padaku
sekali lagi.. tolong....
Oke baiklah. Hari ini aku membaca lagi
surat-surat yang kalian tulis untukku. Dalam beberapa surat kamu muncul sebagai
penengah. Tapi di satu surat yang tidak ada tanggalnya kamu marah dan
memaki-makinya dengan kejam. Hahahahha. Tidakkah kau katakan padanya untuk
memperhatikan betapa pentingnya sebuah tanggal penulisan dalam sebuah surat?
Sudahlah lupakan.
Tomi, apakah aku boleh menikah? Apa tidak
apa-apa bila aku meninggalkanmu disini sendirian? Sejujurnya kadang-kadang aku
merasa sangat merindukannya, tapi mungkin dia tidak pernah merindukanku. Dia
sudah baik-baik saja sekarang, dia tidak perlu menengok masa lalu lagi untuk
melangkah. Aku takjub menyadari kenyataan bahwa hanya akulah yang selalu berada
disini menemanimu, menghidupi khayalanku sendiri, tidak rela melepasmu pergi
dan bertingkah seperti orang gila. Kemudian aku sadar juga bahwa akulah yang
selalu menunggu seseorang untuk datang. Bukan kau. Lalu siapa sebenarnya yang
kutunggu Tomi? Katakan padaku brengsek !!!!! Jangan diam saja Tomi...
kumohon.....
Kumohon Tomi....
Tomi..... kamu satu-satunya yang kuijinkan
berada disini.. jangan pula kau mencoba untuk memusuhiku. Ijinkan aku tinggal
disini lebih lama bersamamu. Aku berjanji akan jadi anak baik, aku tidak akan
nakal dan mencoba mengecewakan semua orang lagi. Aku janji. Bisakah kita
baik-baik saja disini? Membunuh waktu bersama? Melihat kilasan-kilasan lucu
tentang orang-orang yang berjuang mati-matian tentang sesuatu yang tidak pernah
terjadi yaitu masa depan. Masa depan?
BRENGSEK !!!!!!!!! Kau mengkhianatiku Tomi
!!!!!!! Jangan sekali-kali kau coba membuatku berpikir tentang itu lagi !!
Astagah ! Maafkan aku Tomi... aku kerap kali
kasar padamu... Ssssshhh... duduk diamlah disini bersamaku, jangan membantah,
dan jangan bertanya ‘kenapa’.
Jangan memandangku seperti itu ! Dengan kamu
berada disini saja aku masih merasa kesepian. Apalagi ditambah dengan tatapan
menghakimi itu, aku tidak tahan.. Ya mau bagaimana lagi, kamu ngambek selama
bertahun-tahun dan tak mau bicara padaku. Lagipula aku harus bicara pada
siapa? Dia si Ksatria Tidur sudah bangun dari tidur panjangnya. Hanya dia lah
yang mampu membuatmu bicara. Kenyataannya memang dia tidak lagi berada disini,
tidak mau repot-repot tidur menemuiku setelah susah payah bangun. Ya, tentu
saja. Hahahaha. Apa pula yang aku pikirkan ini. Bodoh. Bukan begitu Tomi?
(Setelah bertahun-tahun ternyata aku tidak tambah pintar)
Tomi, aku mengantuk.... boleh aku tidur
sebentar. Jangan kemana-mana... aku akan bangun sebentar lagi. Ya. Mungkin
sebentar lagi....