Anakku (apakah ini terlalu cepat untuk menulis sesuatu
untukmu?), di hari yang terik ini (sungguh sangat terik) Ibu ingin mengoceh
tentang banyak hal yang mungkin belum kamu tahu. Akhir-akhir ini bumi sudah
menjadi terlalu panas, Nak.. Padahal ini bisa jadi merupakan dunia yang kelak akan
kau namakan ‘masa lalu’ . Bagaimana jadinya masa depan ketika kau membaca ini?
Lebih panaskah? Atau justru manusia semakin pintar dan mulai punya akal untuk
memperhatikan tentang keseimbangan ekosistem dan mengesampingkan ketamakan hawa
nafsu? Entahlah.. Kau yang akan mengajarkan itu semua kepada Ibu. Hal yang
patut disyukuri dari hawa panas ini adalah kau hampir bisa mengeringkan semua
hal yang basah. Terutama jemuran. Ya. Ibu tak perlu lagi menunggu lama untuk
mengangkat jemuran. Hampir seperti membuat mi instan. Semua menjadi serba
cepat. Pagi setelah bangun tidur Ibu menjemur pakaian, dilanjutkan mandi, pergi
berbelanja, dan kemudian ketika pulang, voila ! Pakaian pun siap diangkat dan
disetrika. Siklus pekerjaan rumah tangga menjadi sangat cepat dan nyaris tanpa
henti. Bagaimana tidak? Setelah menyempatkan diri menyetrika, Ibu akan memasak
untuk makan siang, kemudian mencuci piring, menyapu lantai, makan, mencuci piring
lagi, mencuci pakaian. Tak terasa hari akan beranjak sore dan Ibu harus mulai
siap-siap memasak untuk makan malam, mencuci piring, makan, mencuci piring, menyiram tanaman, membereskan rumah sampai tiba malam hari . Ya seperti
itu nak setiap harinya. Tanpa henti. Apakah Ibu bosan? Ya. Kadang Ibu mengomel
untuk melampiaskan rasa bosan dan lelah, tapi bukan berarti Ibu membenci semua
pekerjaan itu. Kuharap kelak kau akan mengerti.
Nak, seperti ibu-ibu yang lain, Ibu ingin kau menjadi anak
yang rajin belajar. Tidak hanya belajar di sekolah. Semua orang bisa belajar di
sekolah, berlomba-lomba mendapat nilai A atau mencuri perhatian guru. Tapi
belajar bukan hanya di sekolah. Orang-orang pintar yang menjadi penyebab beribu-ribu
ikan mati di laut, monyet tidak bisa pulang ke hutan dan membuat banyak orang
sedih di bumi yang ibu tinggali ini semuanya belajar di sekolah. Dan Ibu tidak
ingin kau menjadi salah satunya. Nenekmu selalu mengatakan ini pada Ibu “
Perhatikanlah sekelilingmu “ dan beliau benar, Nak. Perhatikan sekelilingmu.
Sadarilah hal-hal kecil yang tak pernah oranglain sadari. Udara lembab yang
menjadi tanda hujan akan datang mungkin? Alis berkerut tanda Ibu akan marah atau
suara kendaraan dari jauh yang berarti Ayah akan pulang. Walaupun tentu saja,
Ibu ingin kau mendapat nilai A serta perhatian baik dari guru di sekolah. Bukan agar kau bisa mengalahkan
teman-teman sekelasmu, tapi karena kau sadar akan arti tanggung jawab. Suatu
saat, cepat atau lambat kau juga harus belajar tentang itu, sayang.
Masih tentang belajar (semoga kau tidak bosan). Selain pada
alam dan suasana, kamu bisa belajar dari oranglain juga. Hebat sekali bukan !
Kita bisa belajar dimanapun ! Jujur saja, Ibu tidak terlalu suka belajar di
sekolah, menghapalkan hal-hal yang semua orang hapalkan, semua hanya tentang
teori yang kemudian dilupakan. Ibu lebih suka belajar dari apa yang bisa
dialami, dirasakan dan ditemui, lebih praktis dan mudah diingat. Kau juga akan
tahu hal-hal apa yang ingin kau pelajari. Tidak perlu persis sama dengan Ibu.
Kau akan punya cara sendiri untuk belajar. Kamu bisa belajar dari Ibu, Nenek,
Kakek, Paman, orang yang kamu lihat dan temui di jalan menuju sekolah, dan
tentu saja dari Ayah. Ayahmu. Kau harus bisa belajar banyak dari beliau. Oleh karena itu, Ibu
berjanji akan berjuang bertemu dengan seseorang yang dengan bangga bisa kau
panggil ‘ayah’. Tidak hanya kau, ‘ayahmu’ ini juga harus bisa menjadi guru dan pemimpin bagi
Ibu. Kita akan menemukan ‘ayah’ bukan? Tentu saja. Tentu saja, sayang. Jangan
khawatir. Ayah dan Ibu akan menjaga dan menyayangimu dengan baik.
Kelak Ibu berharap kau bersedia mempercayakan segala cerita
tentang hari-harimu kepada Ibu. Mulai dari hari pertama sekolah hingga kau merasakan
yang namanya jatuh cinta. Asal kau tahu, Ibu senang sekali bercerita dan
mendengar cerita (semoga ini tidak mengganggumu). Selain itu Ibu pintar sekali
menebak dan mencari tahu, jadi jangan mencoba untuk berbohong pada Ibu, karena
Ibu akan tahu dan semua justru akan menjadi lebih rumit dari yang ingin kau
sembunyikan. Jadi jangan takut untuk berkata jujur, lebih takutlah berbohong.
Jika kau beranjak dewasa dan mulai berbuat nakal, Ayah akan tahu.
Ayahmu yang akan mengajarkan lebih banyak hal ketika kau mulai bosan dengan perhatian
Ibu. Akan kupastikan kau senang mengobrol dengan Ayahmu sehingga kau tidak akan
melewatkan sehari tanpa bercengkrama dengannya. Tentu saja tentang hal-hal yang
ada hubungannya dengan laki-laki.
Sejujurnya Nak, Ibu ingin Ayahmu ini tidak bekerja di
kantor. Sehingga kita punya waktu untuk jalan-jalan dan piknik ke tempat-tempat
baru. Untuk apalagi kalau bukan bersenang-senang dan tentu saja belajar? Jika
ingin tahu caranya bersenang-senang dan menikmati hidup, tanyakan pada Ibu, kau
akan punya banyak catatan tentang itu. Sedangkan Ayah akan tahu bagaimana
caranya menjadi bijaksana, tegas, sabar, dan juga lucu ! Ayah pastilah orang
yang lucu ! Ibu yakin. Lalu jangan khawatir, Ibu ini cukup romantis. Ibu tidak
malu menyanyi untuk menghiburmu yang sedang sedih atau tidak bisa tidur. Ibu
akan tahu kapan waktu yang tepat untuk mendekatimu.
“Anakku sayang, jangan bersedih
esok 'kan ada hari yang lain
Bunga kan mekar kumbang berdatangan, sayang.. bagaimana...?
Sinilah sini duduk dekatku baring di atas pangkuan ibu
Ayah ‘kan datang membawa lukisan
pemandangan alam kota yang tak pernah
engkau lihat sebelumnya, sayang...
kita kan bersama s'lamanya”
esok 'kan ada hari yang lain
Bunga kan mekar kumbang berdatangan, sayang.. bagaimana...?
Sinilah sini duduk dekatku baring di atas pangkuan ibu
Ayah ‘kan datang membawa lukisan
pemandangan alam kota yang tak pernah
engkau lihat sebelumnya, sayang...
kita kan bersama s'lamanya”
(Senja-White Shoes and The Couples Company)
Ngomong-ngomong
bagaimana kalau kita istirahat dulu? Sudah mulai tengah hari dan Ibu kedatangan
teman dari tempat yang sangat jauh. Kelak kau akan Ibu ajak berkenalan
dengannya. Teman Ibu yang satu ini pun sangat lucu! Sampai jumpa sayang...