Kamis, 15 Agustus 2013

.................................... . . .



Halo. Tomi? Kamu disana?

Hebat ! Kau tampak sama seperti dulu!! Apa kabarmu?

Bagaimana menurutmu aku sekarang? Lebih baik? Lebih tinggi? Lebih kurus? Atau mungkin.. lebih cantik? Kau menyukainya? Hihihihihih.

Tomi, sudah lama kau tak bicara padaku sepatah katapun. Aku yang selalu saja cerewet menceritakan banyak hal padamu dan selalu berakhir dengan pertanyaan “Apakabar dia sekarang?” . Semoga kamu tidak bosan. 

Tomi, lupakah dia padamu? Lupakah dia padaku juga? Kita ini hanyalah masalalu baginya. Dan bagiku kau juga hanyalah sepenggal masalalu (yang paling sering kutengok dan kuajak bercerita tentu saja).  Lelahkah kamu disini Tomi? Sebenarnya siapa yang kau tunggu? Aku? Dia? Hanya aku yang sesekali menengokmu disini, bukankah dia sama sekali tidak pernah datang? Apakah dia merasa lebih baik sekarang? Melupakanmu? Melupakan kita? Bicara padaku Tomi. Bicaralah padaku sekali lagi.. tolong....

Oke baiklah. Hari ini aku membaca lagi surat-surat yang kalian tulis untukku. Dalam beberapa surat kamu muncul sebagai penengah. Tapi di satu surat yang tidak ada tanggalnya kamu marah dan memaki-makinya dengan kejam. Hahahahha. Tidakkah kau katakan padanya untuk memperhatikan betapa pentingnya sebuah tanggal penulisan dalam sebuah surat? Sudahlah lupakan. 

Tomi, apakah aku boleh menikah? Apa tidak apa-apa bila aku meninggalkanmu disini sendirian? Sejujurnya kadang-kadang aku merasa sangat merindukannya, tapi mungkin dia tidak pernah merindukanku. Dia sudah baik-baik saja sekarang, dia tidak perlu menengok masa lalu lagi untuk melangkah. Aku takjub menyadari kenyataan bahwa hanya akulah yang selalu berada disini menemanimu, menghidupi khayalanku sendiri, tidak rela melepasmu pergi dan bertingkah seperti orang gila. Kemudian aku sadar juga bahwa akulah yang selalu menunggu seseorang untuk datang. Bukan kau. Lalu siapa sebenarnya yang kutunggu Tomi? Katakan padaku brengsek !!!!! Jangan diam saja Tomi... kumohon.....

Kumohon Tomi....

Tomi..... kamu satu-satunya yang kuijinkan berada disini.. jangan pula kau mencoba untuk memusuhiku. Ijinkan aku tinggal disini lebih lama bersamamu. Aku berjanji akan jadi anak baik, aku tidak akan nakal dan mencoba mengecewakan semua orang lagi. Aku janji. Bisakah kita baik-baik saja disini? Membunuh waktu bersama? Melihat kilasan-kilasan lucu tentang orang-orang yang berjuang mati-matian tentang sesuatu yang tidak pernah terjadi yaitu masa depan. Masa depan?

BRENGSEK !!!!!!!!! Kau mengkhianatiku Tomi !!!!!!! Jangan sekali-kali kau coba membuatku berpikir tentang itu lagi !! 

Astagah ! Maafkan aku Tomi... aku kerap kali kasar padamu... Ssssshhh... duduk diamlah disini bersamaku, jangan membantah, dan jangan bertanya ‘kenapa’.

Jangan memandangku seperti itu ! Dengan kamu berada disini saja aku masih merasa kesepian. Apalagi ditambah dengan tatapan menghakimi itu, aku tidak tahan.. Ya mau bagaimana lagi, kamu ngambek selama bertahun-tahun dan tak mau bicara padaku. Lagipula aku harus bicara pada siapa? Dia si Ksatria Tidur sudah bangun dari tidur panjangnya. Hanya dia lah yang mampu membuatmu bicara. Kenyataannya memang dia tidak lagi berada disini, tidak mau repot-repot tidur menemuiku setelah susah payah bangun. Ya, tentu saja. Hahahaha. Apa pula yang aku pikirkan ini. Bodoh. Bukan begitu Tomi? (Setelah bertahun-tahun ternyata aku tidak tambah pintar)

Tomi, aku mengantuk.... boleh aku tidur sebentar. Jangan kemana-mana... aku akan bangun sebentar lagi. Ya. Mungkin sebentar lagi....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar