Rabu, 03 November 2010

" Bu, dimana minyak aromaheraphy nya..?? "

aku sepertinya akan sakit sayang..


badanku linu dan aku merasa sesak nafas. Oke, sudah setidaknya 2 hari aku mengalami sesak nafas, tapi tak kuhiraukan. Kau jangan marah padaku ya.. Kau sudah tahu aku memang seperti ini, aku akan merasa konyol bila aku sakit karena keputusan-keputusan yang aku ambil sendiri.



Aaaarrgghhhhh.. itu benar-benar menggelikan !! Konyol bukan buatan !!

Harga diriku terlalu tinggi untuk mengakuinya !!

Well, ayo aku ceritakan tentang kejadian hari ini. Lagi-lagi tentang cinta. Eits, tapi kau jangan bosan dulu, ini bukan tentang kita, tapi tentang Ibu.



Yaaahh.. kau tahu,
Ibu lahir tanggal 30 Mei 1963 (aku selalu ingat tanggal lahirnya, tapi aku selalu lupa saat beliau ulangtahun, sampai suatu pagi sebelum ke kantor beliau akan berkata "Eh, aku nih ulangtahun looohh.. " Nah, seketika itu juga aku akan bilang, " Waahhh.. selamat yaaa... ")

Hem.

Tolong jangan berkomentar tentang hal yang satu itu.


Tadi siang setelah aku menghabiskan sebagian waktuku di tempat karaoke bersama teman-teman, aku merasa sangat sesak nafas dan sepertinya butuh sedikit dipijat dengan minyak kayu putih atau minyak aromatherapy.

Saat itu juga aku mencari minyak kayu putih dan ternyata habis. Lalu aku putuskan mencari minyak aromatherapy di kamar Ibu. Tapi aku tak menemukannya. Akhirnya aku putuskan menelpon Ibu di kantor hanya untuk menanyakan dimana minyak aromatherapy nya.

Ibu      :  
" Kenapa dek?"

Aku    :
 " Minyak aromatherapy nya dimana? "

Ibu     :
" Ha? Kamu sakit?? Ibu kan sudah bilang, kamu tuh makan nya yang bener, jangan lupa minum susu.      Ibu dan bilang berapa kali sih? Tapi kamu ngeyel terus. Susu tuh ya, baik buat kesehatan. Dijaga badanmu. "

Aku  :
" Iya, iya. Aromahterapy nya?? "

Ibu :
" Oh, iya, Ibu bawa. Udah. beli lagi aja. Sekarang tidur, mintak dipijet Mbak Nah. Ntar sore kalo masih sakit, nggak usah berangkat kerja. "

Aku :
" Iya, iya "




haha. Ibu selalu memperhatikanku meskipun kita tak bisa selalu bertemu. Cinta seperti itu yang kutahu selama ini.

2 komentar:

  1. Sayangi beliau seperti Ia menyayangi_mu

    Sebelum engkau menyesal seperti_ku.........

    BalasHapus
  2. emm.. aku tak akan belajar 'menyesal' darimu bang amin.. ^^
    cinta ibu sepanjang jalan, cinta anak sepanjang galah..
    sampai kapanpun akankah itu berubah?? tak bisa aku menyayanginya seperti beliau menyayangiku. Beliau terlalu hebat !!

    BalasHapus