Senin, 01 November 2010

" Sebuah Surat 'ke-PD-an' dari Masa Lalu Untukmu "


aku nggak tahu apakah ini akan berguna untukmu atau nggak,
tapi kurasa ini salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan selain dari SMS yang kau bernci
itu.. hhe.

aku minta maaf karena tulisanku kemarin yang mengatakan bahwa "aku berhenti mengharapkanmu"
aku tak tahu bahwa rangkaian huruf-huruf yang ada itu akan begitu mempengaruhi hidupmu
malam itu hingga aku membaca status di akun facebook mu yang jelas-jelas menggambarkan
kekacauan dan (mungkin) kekecewaanmu. Aku menulis ini bukan untuk menarik niatku
untuk berhenti mengharapkanmu, tapi untuk mencoba menuangkan apa yang ada dalam pikiranku.

mas, aku menyayangimu, mungkin bisa dikatakan bahwa aku sayang sekali padamu.
pernah aku mencoba membayangkan kemungkinan-kemungkinan kehilanganmu suatu saat nanti,
dan tanpa kusangka seketika itu juga aku bisa menangis.. padahal aku hanya iseng membayangkan..
hha.

Sebenarnya aku bingung harus menulis apalagi. Entah karena terlalu banyak hal yang
harus diungkapkan atau justru karena tidak ada lagi hal yang perlu kuungkapkan padamu..?

aku merasa rendah diri ketika sadar bahwa aku menyayangimu, aku belum menjadi siapa-siapa
untuk pantas menawarkan rasa sayang padamu. Padahal mungkin aku tidak harus menjadi siapa-
siapa untuk menyayangimu, kau akan bilang "cukup jadi dirimu sendiri saja" tapi entah
mengapa aku tidak bisa berpikir sesederhana itu. Apakah karena aku belum dewasa dan belum
memahami perasaan aneh ini? atau aku hanya terjebak oleh pikiran picikku
yang konyol?

mas, kalau aku boleh meminta, tolong selamatkan aku dari semua kekonyolan ini..
aku tidak pernah belajar dari hal yang satu ini..
cinta, kasih sayang, atau yang semacamnya..
ingin rasanya aku bercerita banyak padamu,
tentang keluarga, diriku, kekecewaanku atau tentang hal-hal yang membuatku tertawa,

bolehkah??

maukah kau berjanji untuk selalu mendengarku dan mengapresiasiku?
maukah kau berjanji untuk selalu diam saja duduk disampingku dan mengatakan bahwa
semua akan baik-baik saja?
maukah kau berjanji membuatku merasa berharga dan cukup dengan semua yang kupunya?

sosok lelaki sepertimu adalah sosok lelaki yang kuinginkan ketika aku kecil dulu..
jadi, saat aku melihatmu pertama kali di SMA dulu aku merasa "Pangeran Negeri Dongeng" ku
telah muncul dan menjelma jadi manusia yang nyata, yang mungkin bisa kusentuh,
karena itu aku merasa kau sangat special dan mengharapkan banyak keajaiban darimu..
tapi mungkin ekspektasiku menjadi terlalu besar sehingga tak pernah merasa cukup dengan
semua yang kau berikan..

maafkan aku...

aku merasa sangat jahat padamu.. aku minta maaf sekali..
aku berterimakasih atas segala saat-saat dimana aku merasa sangat jatuh cinta pada seorang
pria..
aku berterimakasih atas saat-saat dimana aku merasa bodoh dan konyol saat aku memandangi
fotomu (yang kucuri dari komputer sekolah)


mas, aku ingin kau menjadi pribadi yang kuat, mampu memimpin, melindungi dan melengkapiku
suatu saat nanti. Tapi aku tak ingin membuat kau merasa tertekan atau semacamnya sehingga
membuatmu tersakiti. Aku tak ingin memaksa seseorang melakukan apa yang aku inginkan
apabila dia memang tidak menginginkannya. Sehingga yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah
melarikan diri darimu agar tidak menyakitimu. Pengecut bukan?
Aku melarikan diri dari hal-hal yang menyita pikiranku
dan berharap masalah itu akan terselesaikan dengan sendirinya...
Sebenarnya aku menciptakan dalih bahwa apa yang aku lakukan ini adalah upaya untuk
menyelamatkanmu dari tuntutan-tuntutanku yang terkesan "kepedean" ini..
(belum tentu kau mau hidup denganku kelak).


Aku ingin kita bertemu lagi suatu hari nanti kalau kita sudah sama-sama dewasa dan paham
dengan debaran-debaran konyol yang abnormal ini. Aku sungguh ingin bertemu denganmu lagi
entah dimana dan menyelesaikan semuanya...

Sekilas terbersit pertanyaan di dalam pikiranku
"Kenapa aku harus bertemu denganmu sekarang? Mengapa aku harus mengenalmu 3 tahun yang lalu?"
"Mengapa kita tidak bertemu 5 tahun dari sekarang, saling sayang, kau melamarku, lalu
kita menikah, sehingga tidak perlu ada luka dan sakit yang tidak perlu seperti
saat-saat ini.."

" Mengapa? "

Aku yakin Alloh punya alasan yang baik untuk kita..

Aku ingin minta maaf lagi, (entah ini sudah yang keberapa)
aku minta maaf karena telah merepotkanmu,
aku minta maaf karena telah mengkhianatimu,
aku minta maaf karena telah membuatmu sedih, kecewa, dan bingung
aku minta maaf karena telah banyak menyita waktumu,
aku minta maaf karena telah memaksamu menaati aturan-aturan main yang kubuat
dan
aku minta maaf karena telah memaksamu menerima perasaan sayangku yang konyol ini..


banyak yang ingin kulakukan dan kuceritakan saat bertemu denganmu,
tapi aku tak mengerti bagaimana cara mengekspresikan perasaan itu dengan tepat,
yang bisa dan selalu aku lakukan hanyalah menulis sesuatu untuk kau baca,


dan mungkin hanya itu saja yang bisa kulakukan untukkmu..
aku minta maaf tidak bisa memberimu banyak hal,
maaf ya...

2 komentar:

  1. ini baru bagus ketimbang yang langit dan laut, ini baru real, cinta manusia, atau real cinta, heee.

    BalasHapus
  2. heemm.. pertanyaan yang tak perlu dijawab dan dipublikasikan.. ^^ terimakasih telah meluangkan waktunya untuk mengapresiasi tulisan saya.. saya tunggu komentar-komentar berikutnya.. ^^

    BalasHapus