Senin, 01 November 2010

Perbincangan LAUT dengan LANGITNYA





" tahukah kau, langit dan laut itu selalu sejalan, selalu bersama.. saat langit mendung,
 laut tidak akan tenang, ia akan berombak. saat langit menjadi senja, laut pun berubah warna..
Saat langit memberikan kecerahannya,laut akan memberikan warna terbaiknya untuk menandingi keindahan langit "


LAUT :
"diam dalam sendiri, teringat akan kata yang sempat terucap, meski tak terikat..
 Entah apa yang kita rasakan, unutuk saling memiliki saja tak mampu.. Entah apa yang ditunggu,
 atau dinanti..Sejenak terpanah akan sosokmu dalam jiwaku,singgahi relung fikirku..
 dalam gelap sepiku, aku merindukan suaramu..

" Aku ingin menjadi laut yang selalu setia menemani langit dalam setiap suka dan dukanya. Aku ingin setia
melihat langit walaupun jauh jarak yang ada.. ingin tetap memujanya dari kejauhan.. dan langit itu adalah kamu.."

LANGIT :
" Aku akan berikan warna jingga terbaikku saat senja tiba wahai lautku..
  setiap senja kita akan bertemu lewat angin yang menyentuh riak airmu dan mengarak awanku.. "


LAUT:  
 " Katakan bahwa suatu saat nanti kita akan bertemu. Saat itu kita akan kembali mengingat kisah ini    yang mungkin nanti akan terlupa.. berjanjilah menungguku sampai aku berada disana dan menyapamu dalam   nyatamu..
tunggulah sampai aku dan kamu tak mampu lagi bermimpi tentang esok.. "

LANGIT:
 " Jika aku menunggu, apakah kau juga akan menantiku? dan tak menjamah pesona angin yang     tentu lebih mudah
kau temui di atas gelombangmu, wahai laut?? "

LAUT:
" Begitu banyak pesona hawa memikat jiwa. Paras dan sifatnya tergambar indah.. memberikan    perangkap hati..
entah deru ombakku akan mengiringinya atau diam dan tenang di bawahmu, langit jingga.. "

LANGIT :
" Wahai lautku, tahukan kau?? indahku ini tercermin jelas di birunya hatimu..! jika kau terpikat angin,
  aku akan tahu hal itu, dan aku pun akan melakukan hal yang sama denganmu. "


LAUT :
 " Berbisiklah di telingaku, katakan kau mencintaiku agar aku dapat berbangga hati pada dunia..
dan ceritakan tentangmu pada ombak-ombak yang berlarian.. akan kuberitahukan pada angin-angin yang melintas
agar mereka membawa cerita bahagiaku ke seluruh dunia.. "

" Harum angin meniup ke seluruh raga, mengikat setiap celahnya.. Meski dapat terasa begitu dekat,namun tak nampak..
  harumnya dapat ku cium hingga seluruh tulang rusuk ini..
  tapi.. tak sedikitpun kutemui sosokmu di dalamnya.. "

LANGIT :
 " ........." (diam tak menjawab)


LAUT :
" Malam semakin ingin beranjak pergi.. Terlelaplah bidadariku.. sebelum wajah mentari menguasai pagi..
 tidurlah sampai mimpi indah menemanimu.. Terjagalah esok, berharap ada kebahagiaan disana.. "


 kami dua makhluk kesepian yang tak mengerti tentang apa yang kami rasa.. saling terpikat oleh kekelaman hati masing-masing..
 tak pernah berpelukan, hanya bisa saling memandang.. tak pernah kehilangan, karena tak pernah mampu memiliki..
 sampai kapanpun,laut dan langit tak pernah bisa bersatu.. tak pernah bisa saling menjamah.. hanya memandang dari kejauhan..

 tapi..
 warna senja kami akan selalu sama..
 jingga nya takkan tergantikan..
 semburat hangatnya tak terlupakan..

 ya, itulah kami ! !



 ingatlah itu wahai lautku.. senjaku pernah pudar hancur berantakan.. kadang aku berfikir tak mampu lagi menghias dunia,
 sering merasa muak akan sesuatu yang aku sendiri tak mengerti.. ssstt... diam.. dan dengarlah suara ini..
 ini hatiku ! ! ini cintaku ! ! dan ini tulus ku..... untukmu.. wahai lautku...

3 komentar:

  1. iki rodo nggombal,, saya temukan di folder komputer saya.. entah kapan dan siapa kunyuk yang sok sokan menulis ini.. imajinasinya terlalu konyol dan sangat MELAYU !! mendayu-dayu dan terkesan menjijikkan.

    BalasHapus
  2. aku gak tahu urut-urutan kapan kamu menulis di blogmu ini, karena dari yang uda aku baca, dari yang untuk laki-laki kecil yang kamu sayang, Mas Amin itu, kemudian jebakan cinta, dan yang tentang ibu dimana aroatherapinya hanya cerita ini yang paling berbeda baik dari struktur cerita sama soul yang kami simpan, saya seperti melihat tulisan orang lain atau ini adalah tulisan yang sengaja kamu tulis tapi kamu tidak sedang ingin menulis. dan perlambangan laut dan langit juga kurang pas menurutku, tapi kalau mau lebih dramatis adalah laut dan matahari, karena berkali-kali laut menenggelamkan matahari saat senja tapi laut tak pernah bisa memilikinya heeee. itu lebih melayu menurutku.

    BalasHapus
  3. hahaha. hidup MELAYU !! terimakasih bung adi.. mantap jaya lah dirimu selalu

    BalasHapus