Bisa dibilang 'sedikit sial' mungkin. Aku pagi ini disentil oleh salah seorang teman; Wuwuh Buwana.
Niat mau bikin status yang sok humanis, malah tertelan ludah sendiri. Aku bilang,
"Satu hal yang patut disyukuri dari bencana di Jogja ini, kami anak-anak Jogja tidak sempat lagi menonton perkelahian sampah antara monster payudara dan biduan sinting di acara gosip pagi, kami lebih memilih membersihkan abu vulkanik dari lubang-lubang tinja kami. terimakasih. "
Kalimat itu aku buat karena memang aku sudah gemas dengan beberapa artis ibukota yang saking selo nya berusaha bikin-bikin berita untuk menyita waktu berharga orang lain. Bagi pria mungkin acara gosip memang tidak begitu menarik ya, kecuali kalau diberitakan Miyabi menjadi the next presiden direktur PT. Djarum dan Tera Patrick menjadi brand ambassador dari merk rokok kesayangan mereka, atau semacamnya. Tapi bagi gadis dan ibu-ibu, mau tak mau, sadar nggak sadar, ngaku nggak ngaku, gosip sudah menjadi bagian dari hidup. Menjadi suatu oase dalam setiap hari-harinya yang bergelut dengan sapu, kain pel, bumbu kunyit, garam atau sabun colek. Itu fitrah. Bahkan beberapa teman yang sudah berikrar untuk hidup di jalan Alloh pun masih harus berjuang untuk keluar dari oase setan ini.
dan dengan santainya si Wuwuh Buwana berkomentar begini,
"Emang siapa ank2 jogja yg ska nnton acara gosip pagi ?, paling cma km doank .."
Bajigur.
Demi seluruh tinja di dalam septic tank, aku merasa ditampar berkali-kali dengan sandal jepit bau tai.
Wuwuh Buwana.
Nggak banyak yang aku ketahui tentang pemuda "sok" nyentrik satu itu.
Dia cuma seseorang yang kebetulan aku kenal sebagai "teman kerja" . Kesan pertama saat bertemu??
jelek.
hitam.
gembel.
dan sepertinya dia punya beban hidup yang bikin dia agak 'kemrungsung' menjalani hari-harinya.
Dia adalah satu dari sebagian orang yang kubilang "menjadi menarik setelah mengenal"
Perilakunya santai dan mungkin memang di-setting sedikit brutal, nakal, dan ada sedikit spirit break the rules nya kulihat.
Entah itu disengaja atau tidak, gaya komentarnya yang jahil itu kadang bisa membunuh karakter orang lain. Tapi aku berterimakasih dengan komentarnya pagi ini. Secara tidak langsung membuatku bertekad untuk mengurangi tontonan-tontonan sampah yang akhir-akhir ini sering berseliweran di saluran televisi swasta negara kita.
Rambut dan mukanya selalu berantakan dan nggak ada yang tahu sebenarnya kapan terakhir kali dia mandi (oke, bagian ini memang hiperbolis). Spirit dan semangat anak bungsu satu itu sepertinya memang milik teman-teman nya, terbukti dia merasa lebih kuat saat bersama teman-temannya, dia berkali-kali berikrar, "Ayo kita berkarya, Bung !" di depan teman-teman yang dia percaya.
Tapi, bila masalah cinta mendera.. ? Hem.. jangan tanya..
Dia bagai anak kucing yang lagi sembelit.
Dari dia juga aku jadi mengerti bahwa pria itu memang tidak selamanya kuat. Atau mungkin kadang mereka sedikit terbebani dengan stereotipe yang beredar dikalangan wanita.
" Oh, cowok itu kan kuat "
" Cowok itu kan nggak mungkin nangis "
Hem. Mungkin kesalahan sudah dimulai dari fase pengasuhan orangtua kita. Kita didoktrin untuk meyakini bahwa "Laki-laki itu nggak boleh nangis" , "Laki-laki itu kuat" , "Laki-laki itu superhero" dan "Laki-laki itu nggak boleh ngeluh" . Padahal pada kenyataannya lelaki itu butuh lebih banyak didukung daripada wanita. Bila sakit hati, kami para wanita ngaku atau tidak bisa melupakan sakitnya dalam saktu 2 bulan saja, setelah itu kami bisa move on. Tapi bagaimana dengan lelaki??
Well, aku nggak mau berkomentar, biar mereka sendiri yang jawab.
Mungkin ini dulu sekelumit tentang si Wuwuh Buwana.
Aku memang sengaja tidak menceritakan secara detail tentang dia biar kalian penasaran seperti apa dia atau justru menyelamatkan kalian dari buang-buang waktu membaca tulisan nggak mutu. haha.
Entahlah...

andai aku bisa pandai menulis sepertimu, aku pasti menulis tentang_mu......
BalasHapusmenarik, ketika kamu menulis tentang seseorang selalu dapat feel nya. memang sederhana tapi banyak hal yang kemudian bisa kamu krtisi dan masuk dalam tulisanmu. memang kemudian kayak yang ini agak lebay dalam artian cerewet pada satu sisi, kecerewetan itu menarik tapi juga tidak, menarik ketika kecerewatan itu tetap terpola dan berada dalam satu topik besar. tapi dalam tulisan ini kecerewatan mu agak tidak menarik ketika kamu kemudian ikut memberikan pendapat tentang laki-laki dan stereotifnya. karena kalau dalam penulisan maka tulisanmu diatas itu dianggap memiliki 3 tema besar,Wuwumu itu, Laki-laki dan tentang budaya gosip. mungkin kehadiran wuwuh sebagai inspirasi kamu untuk merenungkan tulisanmu di status bisa kita lihat sebagai starting pointnya, dan yang kamu bahas adalah tentang gosipnya, stop sampai disitu. Wuwuh tidak perlu kamu jelaskan secara mendetail cukup kalimat apa dari wuwuh yang menginsprasi kamu.
BalasHapusgitu bu, moga bermanfaat.
ohhh.. baiklah paakkk.. terimakasih sangat atas apresiasinya.. saya sangat terbantu looh.. :D tengs tengs. itu bukti Anda membaca tulisan saya dengan sungguh-sungguh.. tengs a lot. :D
BalasHapus