Senin, 01 November 2010
Al-Amin Asrori Like This
Adalah seorang teman yang tak sengaja saya temui di sebuah situs jejaring sosial yang membuat orang-orang tidak produktif beberapa tahun terakhir ini, yang tidak lain dan tidak bukan adalah FACEBOOK.
Entah mengapa setiap saya membuka wall profil, dia selalu mengacungkan jempol di setiap aktivitas yang saya buat disana. Entah status, entah wall, entah link, entah foto, entah post... Dia seolah-olah menancapkan jempolnya kuat-kuat di halaman akun facebook saya (padahal saya bahkan belum pernah lihat seperti apa jempolnya).
Saya tak tahu apa maksud terselubung dari aktivitasnya yang cukup 'menarik perhatian' itu.
hanya iseng belaka?
tanda bahwa dia adalah fans saya?
atau...
(ini yang saya takutkan dan selalu saya pikirkan)
itu adalah aksi protesnya terhadap keaktifan saya di dunia facebook..
memang, saya sadari, saya terlalu hiperaktif di situs jejaring sosial yang satu itu.
seperti anak-anak abege yang lain, facebook menjadi sarana tempat curhat yang praktis sekaligus sebagai ajang 'nampang' agar populer.. yah.. itu menurut saya adalah fitrah manusia "selalu ingin diakui" dimanapun dia berada.. jadi sedikit banyak tidak bisa disalahkan (banyak atau sedikit?)
overall,
terimakasi atas semua jempol yang Anda berikan untuk saya Mas Amin,,
Anda cukup berhasil membuat saya 'terusik'
pesan saya : " Jangan lupa sisakan jempol untuk Anda sendiri.. naik gunung tanpa jempol rasanya kurang yahud "
terimakasih.
sekian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

tak usah ditakutkan dan jangan selalu pikirkan........aku hanya sebuah bayangan
BalasHapusbayangan yang cukup 'mengusik' :p
BalasHapusmenarik kita kamu kemudian timbul kesadaran melakukan introspeksi diri terhadap jempol itu, tapi kemudian akhir tulisannya yang jadi kurang menarik, kurang dramatis karena kamu akhirnya kembali ke egoisan kamu (sisakan jempol untuk kamu sendiri saat mendaki gunung) hal itu buat aku yang membaca, kamu kayak anggota DPR MPR gitu yang bilang tentang keperdulian tapi mereka malah jalan-jalan entah kemana, jadi akhiri dengan indah tulisannya.
BalasHapusow.. analogi yang cukup mak 'jleb-jleb' bung adi.. tapi terimakasih.. saya masih mending dibilang kebo terbang apa sapi hitam daripada disamakan dengan kelakuan anggota DPR-MPR.. hehe
BalasHapus