Jumat, 12 Oktober 2012

Ijinkan Aku Tumbuh Bersamamu

kamu yang tak kutahu sedang apa dan dimana..

bagaimana aku bisa mendeteksi keberadaanmu?
kau diam tak bergerak, tak bersuara, dan sepertinya kau juga tidak pernah bisa mendengarku seolah-oleh frekuensi kita berbeda...

kau bagai kelelawar.. dengan pendengaran supersonikmu mencari arah dengan mengandalkan suara yang kau pantulkan dengan frekuensi sangat tinggi. tapi, aku tidak bisa mendengarmu !!! aku tidak bisa mendengarmu !! aku tidak mendengar apapun !!!!

kau terbang berkelebat sebentar di belakangku, aku melihatmu, kau mungkin juga merasakan kehadiranku,
tapi sekali lagi kutegaskan,
aku tak mampu mendengarmu....

cintakah kau padaku?
rindukah kau padaku?

tahukah kau bahwa aku menantimu setiap senja?
berusaha memilah diantara ribuan kelelawar dan burung walet yang terbang.. dimana kau? yang mana kau??
terbang dimana??

tak peduli bagaimana kerasnya aku berteriak memanggilmu,
tak peduli bagaimana dalamnya aku menginginkanmu,
aku tidak mampu menemukanmu.

beri aku isyarat

jika kau cinta padaku,biarkan aku mengerti..
jika kau rindu padaku, biarkan aku mengerti..

paling tidak, biarkan aku mendengarmu...
mendengar ketukanmu, menyesuaikan dengan ritmemu, meniti nada bersama, bersenandung berdua, lalu setelah itu ijinkan aku berjanji untuk bernyanyi untukmu selamanya... melukismu setiap pagi, menghangatkanmu setiap malam, ijinkan aku melakukannya...

ijinkan aku mencintaimu
ijinkan aku merinduimu

ijinkan aku tumbuh bersamamu... ya?




Tidak ada komentar:

Posting Komentar