Pernah gak sih kamu berpikir melintasi waktu?
Bukan ke masa depan, tapi ke masa lalu.. masa lalu yang jauh sekali, tempat
dimana kamu tidak akan pernah kembali.
Pertama-tama secara tidak sengaja aku melihat kiriman
pesan dari seorang teman di salah satu akun jejaring sosialku. Aku lihat
penanda waktunya, katanya “one week ago” dalam hati aku membatin “ ya ampun,
dia kirim ini baru seminggu yang lalu ternyata, serasa udah berbulan-bulan yg
lalu deh kiriman pesan ini” Nah itu dia. Entah kenapa aku seperti punya masalah
dengan jarak waktu masa lalu. Misalnya ketika aku cerita sesuatu pada temanku
dan dia bertanya “kejadian itu kapan?” aku akan dengan entengnya menjawab
“beberapa bulan yg lalu” . Padahal bisa jadi kejadian yg aku ceritakan itu
hanya beberapa hari atau beberapa minggu yang lalu.
Yang kedua, ketika dimasa sekarang kamu
mendengarkan kembali lagu yang dengan rutin kamu dengarkan di jaman dulu,
berani taruhan, pikiranmu pasti melayang ke masa lalu.. entah ketika kamu SMA,
SMP, atau bahkan SD. Hal ini juga terjadi padaku malam ini. Secara sengaja
malam ini aku menyusun playlist dengan lagu-lagu yang rutin kudengarkan dimasa
lalu. Gak ada alasan khusus sih, cuma ingin nostalgia aja. Lagu-lagu itu adalah
lagu soundtrack anime terkenal macam Naruto dan Gundam SEED. Langsung saja
pikiranku melayang ke masa SMP dan SMA. Lucu banget ! Aku ingat dulu aku sempat
mati-matian berusaha menghapal lirik salah satu soundtrack anime Naruto. Bagiku
waktu itu adalah sebuah tantangan karena di lagu itu ada bagian nge-rap nya.
Bayangin kamu harus menghapal lirik nge-rap dengan bahasa jepang! Fiuh ! Aku
hampir setiap sore duduk manis di depan komputer dan muter lagu Alive
keras-keras. Pokoknya sampek hapal ! Hahaha. Aku juga ingat, saking
terobsesinya aku dengan hal berbau jepang-jepangan, aku belajar menulis huruf
hiragana dan katakana (yah, kebetulan waktu itu diajarkan di sekolah juga sih).
Dalam hati aku bertekad, “pokoknya gak ada yg boleh lebih jago dari aku dalam
urusan tulis menulis huruf ini di kelas!” wahahaha. Aku mulai ngeprint
lirik-lirik lagu sountrack anime favoritku, terus aku tulis ulang pakai huruf
hiragana, lalu aku nyanyikan. Ya ampun.. dulu aku selo banget ya.. Selo dan
kepinginannya sederhana banget. Ehh.. aku ralat deh.. kepinginanku nggak
sederhana.. semasa SMP aku masih ingat pernah berdoa di setiap sholat, aku
bilang “ Ya Allah, semoga aku bisa jadi komikus terkenal yang karyanya disukai
pembaca di Jepang.. yaa.. paling nggak seperti Watase Yuu, Ya Allah.. aamiin” .
Dulu kupikir Watase Yuu ini adalah komikus kacangan yg baru debut (karena di
Indonesia baru ada beberapa judul komiknya yang aku baca. Yang populer banget
dulu itu adalah Imadoki) eeh.. ternyata aku salah.. yah, mana ada manga-ka
(komikus jepang) yang nggak terkenal, yang nggak hebat, yang nggak pintar.
Waaa.. mimpikuuuu.... kamu terkubur dimana sekaraaaangg???
Ngomong-ngomong soal melintas ke masa lalu,
playlist ku berhenti di lagu Nami Tamaki. Reason judul lagunya. Bagiku
soundtrack Gundam SEED ini lumayan spesial karena aku masih ingat benar, pagi
hari tanggal 27 Mei 2006 aku mendengarkan lagu ini di walkman ku sambil aku
siap-siap berangkat sekolah. Sebelum lagu ini berakhir, tiba-tiba terjadi gempa
yang gede banget di Jogja. Gempa terbesar yang pernah aku rasakan seumur
hidup.Na’udzubillahimindzalik. Kini, aku duduk di atas kasur yang sama dengan
yg aku duduki pagi itu, kasur dengan sprei merah-biru bergambar tokoh kartun
tweety , sprei yang dijahit sendiri oleh Ibu dengan mesin jahit Singer nya.
Posisi kasur dan kamarnya memang sudah pindah, tapi kasurnya masih sama.
Tiba-tiba aku kepikiran “berapa kali ya dalam hidupku ini aku duduk di ujung
kasur seperti ini?” lalu “berapa kali ya kalau dihitung sprei ini diganti dari
pertama kali dipasang di kasur sampai saat ini?” Huuuft.. aku nyaris mencium
bau kamarku yang dulu, mencium bau kanak-kanakku, lalu melesat terus jauuuhh ke
gendongan Mbak Nah; pengasuhku selama 20 tahun . Di gendongannya aku setiap siang
menjelang sore menangis mencari Ibu yang belum pulang kantor.. ya ampun, aku
mulai mencium bau jarik ungu yang selalu dia pakai untuk menggendongku dahulu.
Dia akan menggendongku sampai ujung gang, menanti Ibu pulang sambil berusaha
mendiamkan aku. Aku terus menangis sambil berharap Ibu akan menepati janjinya
membelikanku coklat payung kesukaanku. Oh, Ibu jarang menepati janjinya. Sering
ia pulang tanpa membawa coklat itu.
Pernah nggak sih kamu berpikir jauh ke
belakang seperti itu?
Jauh ke rahim Ibu?
Aku bisa membayangkan bagaimana suasana di
rahim dahulu (entah sepertinya ini sedikit teracuni oleh video-video Harun
Yahya yang kutonton jaman SMP dulu) suasana disana damai, suara-suara terdengar
lambat dan lamat-lamat, kamu akan agak sulit mendengar sesuatu dari dalam sana.
Tapi kamu selalu bisa menegok ke atas, disanalah perut Ibu. Disana tidak gelap,
dari perut Ibu itu ada sinar terang yang memberimu cahaya sehingga km bisa
melihat tanganmu dan kaki serta tali pusarmu, dan tentu saja, semuanya merah di
dalam sana.
Ah, Ya Allah... Malam takbiran ke berapakah
ini dalam hidupku? 22 kali? Aku mendengar manusia-manusia ciptaanmu menyeru
nama-Mu semalam suntuk “Allohukbar Allohukbar Laaillaahaillallaahu Allohuakbar
Alohuakbar Walillaahilham” selama 22 kali?? Lalu spreiku diganti berapa kali
selama ini? Posisi kasurku telah berpindah berapa kali? Kordenku sudah kucuci
berapa kali? Akankah pertanyaan-pertanyaan remeh temehku ini terjawab suatu
saat nanti Ya Allah? Mungkin.... ketika tiba saatnya malaikat-Mu menjemputku,
aku tidak akan penasaran lagi. Kau akan menjawab semuanya..
Kapan? Dimana? Siapa? Mengapa????
Kapan? Dimana? Siapa? Mengapa????
#np Reason-Nami Tamaki
Wallahu’alam bishawab.
ditulis dengan sabar pada tanggal 19 Agustus 2012 pukul 01:20 AM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar