Jumat, 07 September 2012

I'm a Time Traveler


Pernah gak sih kamu berpikir melintasi waktu? Bukan ke masa depan, tapi ke masa lalu.. masa lalu yang jauh sekali, tempat dimana kamu tidak akan pernah kembali.

Pertama-tama secara tidak sengaja aku melihat kiriman pesan dari seorang teman di salah satu akun jejaring sosialku. Aku lihat penanda waktunya, katanya “one week ago” dalam hati aku membatin “ ya ampun, dia kirim ini baru seminggu yang lalu ternyata, serasa udah berbulan-bulan yg lalu deh kiriman pesan ini” Nah itu dia. Entah kenapa aku seperti punya masalah dengan jarak waktu masa lalu. Misalnya ketika aku cerita sesuatu pada temanku dan dia bertanya “kejadian itu kapan?” aku akan dengan entengnya menjawab “beberapa bulan yg lalu” . Padahal bisa jadi kejadian yg aku ceritakan itu hanya beberapa hari atau beberapa minggu yang lalu.

Yang kedua, ketika dimasa sekarang kamu mendengarkan kembali lagu yang dengan rutin kamu dengarkan di jaman dulu, berani taruhan, pikiranmu pasti melayang ke masa lalu.. entah ketika kamu SMA, SMP, atau bahkan SD. Hal ini juga terjadi padaku malam ini. Secara sengaja malam ini aku menyusun playlist dengan lagu-lagu yang rutin kudengarkan dimasa lalu. Gak ada alasan khusus sih, cuma ingin nostalgia aja. Lagu-lagu itu adalah lagu soundtrack anime terkenal macam Naruto dan Gundam SEED. Langsung saja pikiranku melayang ke masa SMP dan SMA. Lucu banget ! Aku ingat dulu aku sempat mati-matian berusaha menghapal lirik salah satu soundtrack anime Naruto. Bagiku waktu itu adalah sebuah tantangan karena di lagu itu ada bagian nge-rap nya. Bayangin kamu harus menghapal lirik nge-rap dengan bahasa jepang! Fiuh ! Aku hampir setiap sore duduk manis di depan komputer dan muter lagu Alive keras-keras. Pokoknya sampek hapal ! Hahaha. Aku juga ingat, saking terobsesinya aku dengan hal berbau jepang-jepangan, aku belajar menulis huruf hiragana dan katakana (yah, kebetulan waktu itu diajarkan di sekolah juga sih). Dalam hati aku bertekad, “pokoknya gak ada yg boleh lebih jago dari aku dalam urusan tulis menulis huruf ini di kelas!” wahahaha. Aku mulai ngeprint lirik-lirik lagu sountrack anime favoritku, terus aku tulis ulang pakai huruf hiragana, lalu aku nyanyikan. Ya ampun.. dulu aku selo banget ya.. Selo dan kepinginannya sederhana banget. Ehh.. aku ralat deh.. kepinginanku nggak sederhana.. semasa SMP aku masih ingat pernah berdoa di setiap sholat, aku bilang “ Ya Allah, semoga aku bisa jadi komikus terkenal yang karyanya disukai pembaca di Jepang.. yaa.. paling nggak seperti Watase Yuu, Ya Allah.. aamiin” . Dulu kupikir Watase Yuu ini adalah komikus kacangan yg baru debut (karena di Indonesia baru ada beberapa judul komiknya yang aku baca. Yang populer banget dulu itu adalah Imadoki) eeh.. ternyata aku salah.. yah, mana ada manga-ka (komikus jepang) yang nggak terkenal, yang nggak hebat, yang nggak pintar. Waaa.. mimpikuuuu.... kamu terkubur dimana sekaraaaangg???

Ngomong-ngomong soal melintas ke masa lalu, playlist ku berhenti di lagu Nami Tamaki. Reason judul lagunya. Bagiku soundtrack Gundam SEED ini lumayan spesial karena aku masih ingat benar, pagi hari tanggal 27 Mei 2006 aku mendengarkan lagu ini di walkman ku sambil aku siap-siap berangkat sekolah. Sebelum lagu ini berakhir, tiba-tiba terjadi gempa yang gede banget di Jogja. Gempa terbesar yang pernah aku rasakan seumur hidup.Na’udzubillahimindzalik. Kini, aku duduk di atas kasur yang sama dengan yg aku duduki pagi itu, kasur dengan sprei merah-biru bergambar tokoh kartun tweety , sprei yang dijahit sendiri oleh Ibu dengan mesin jahit Singer nya. Posisi kasur dan kamarnya memang sudah pindah, tapi kasurnya masih sama. Tiba-tiba aku kepikiran “berapa kali ya dalam hidupku ini aku duduk di ujung kasur seperti ini?” lalu “berapa kali ya kalau dihitung sprei ini diganti dari pertama kali dipasang di kasur sampai saat ini?” Huuuft.. aku nyaris mencium bau kamarku yang dulu, mencium bau kanak-kanakku, lalu melesat terus jauuuhh ke gendongan Mbak Nah; pengasuhku selama 20 tahun . Di gendongannya aku setiap siang menjelang sore menangis mencari Ibu yang belum pulang kantor.. ya ampun, aku mulai mencium bau jarik ungu yang selalu dia pakai untuk menggendongku dahulu. Dia akan menggendongku sampai ujung gang, menanti Ibu pulang sambil berusaha mendiamkan aku. Aku terus menangis sambil berharap Ibu akan menepati janjinya membelikanku coklat payung kesukaanku. Oh, Ibu jarang menepati janjinya. Sering ia pulang tanpa membawa coklat itu.

Pernah nggak sih kamu berpikir jauh ke belakang seperti itu?

Jauh ke rahim Ibu?

Aku bisa membayangkan bagaimana suasana di rahim dahulu (entah sepertinya ini sedikit teracuni oleh video-video Harun Yahya yang kutonton jaman SMP dulu) suasana disana damai, suara-suara terdengar lambat dan lamat-lamat, kamu akan agak sulit mendengar sesuatu dari dalam sana. Tapi kamu selalu bisa menegok ke atas, disanalah perut Ibu. Disana tidak gelap, dari perut Ibu itu ada sinar terang yang memberimu cahaya sehingga km bisa melihat tanganmu dan kaki serta tali pusarmu, dan tentu saja, semuanya merah di dalam sana.

Ah, Ya Allah... Malam takbiran ke berapakah ini dalam hidupku? 22 kali? Aku mendengar manusia-manusia ciptaanmu menyeru nama-Mu semalam suntuk “Allohukbar Allohukbar Laaillaahaillallaahu Allohuakbar Alohuakbar Walillaahilham” selama 22 kali?? Lalu spreiku diganti berapa kali selama ini? Posisi kasurku telah berpindah berapa kali? Kordenku sudah kucuci berapa kali? Akankah pertanyaan-pertanyaan remeh temehku ini terjawab suatu saat nanti Ya Allah? Mungkin.... ketika tiba saatnya malaikat-Mu menjemputku, aku tidak akan penasaran lagi. Kau akan menjawab semuanya..

 Kapan? Dimana? Siapa? Mengapa????

#np Reason-Nami Tamaki

Wallahu’alam bishawab.


ditulis dengan sabar pada tanggal 19 Agustus 2012 pukul 01:20 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar